Just another WordPress.com site

TEORI – TEORI KOMUNIKASI

TEORI – TEORI KOMUNIKASI PADA TAHAP AWAL ( 1940 – 1950an ) 1. LASSWELL’S MODEL ( MODEL LASSWELL ) 1948 Teori ini adalah teori yang paling awal dalam perkembangan teori komunikasi. Menyatakan bahwa cara yang terbaik untuk menerangkan proses komunikasi adalah menjawab pertanyaan “ Who Says What In Which To Whom With What Effect “ atau Siapa Mengatakan Apa Kepada Siapa Dengan Efek Apa. Unsur – Unsur proses komunikasi : Communicator / Komunikator, Message / Pesan, Media / Media, Receiver / Komunikan / Penerima, dan effect / Efek. Fungsi komunikasi menurut Lasswell : – The surveillance of the environment ( pengamatan lingkungan ) – The correlation of the parts of society in responding to the environment ( korelasi kelompok – kelompok dalam masyarakat ketika menanggapi lingkungan ) – The transmission of the social heritage from one generation to the next ( transmisi warisan social dari generasi yang satu ke genarasi yang lain ) 2. S – O – R THEORY ( TEORI S – O – R ) Unsur – unsur dalam model ini adalah : a. S – Stimulus / Pesan b. O – Organism / Komunikan = perhatian, pengertian, penerimaan. c. R – Response / Efek = perubahan sikap. Kata – kata tersebut berasal dari psikologi kemudian menjadi teori komunikasi karena objek material nya sama yaitu manusia yang jiwanya meliputi komponen – komponen : sikap, opini, perilaku, kognisi, afeksi dan konasi. Perubahan sikap adalah aspek “ How “ bukan “ What “ dan “ Why “. How to communicate, how to change the attitude, bagaimana mengubah sikap komunikan. 3. S – M – C – R MODEL ( MODEL S – M – C – R ) S – Source / Sumber / Komunikator M – Message / Pesan C – Channel / Saluran / Media = primer / lambang dan sekunder / media massa yang berwujud ( Edward Sappir ) R – Receiver / Penerima / Komunikan 4. THE MATHEMATICAL THEORY OF COMMUNICATION ( TEORI MATEMATIKAL KOMUNIKASI ) Disebut model Linearnya Shannon dan Weaver 1948 – 1949, karena perpaduan dari gagasan mereka berdua. Shannon mengetengahkan teori matematik dalam komunikasi permesinan (engineering communication), sedangkan Warren menerapkan pada proses komunikasi manusia ( human communication ). Sejak itulah komunikasi dipergunakan dalam pengertian yang amat luas yang mencakup semua prosedur dimana pikiran seseorang mempengaruhi pikiran orang lain / very broad sense to include all of the procedures by which on mind may affect another. Model ini membentuk model Linear, menitikberatkan perhatiannya langsung kepada saluran yang menghubungkan pengirim dan penerima, membedakan source dengan transmitter dan antara receiver dengan destination. 5. THE OSGOOD AND SCHRAMM CIRCULAR MODEL ( MODEL SIRKULAR OSGOOD DAN SCHRAMM ) Model Osgood dan Schramm dinilai lebih sirkular dalam derajat yang tinggi. Menitikberatkan pembahansannya pada perilaku pelaku – pelaku utama dalam proses komunikasi. Menunjukkan fungsi yang hampir sama, dua pihak berperilaku sama yaitu encoding atau menjadi, decoding atau menyandi balik, dan interpreting atau menafsirkan. 6. DANCE HELICAL MODEL ( MODEL HELICAL DANCE ) Model ini dikaji sebagai pengembangan dari model sirkular Osgood dan Schramm. Heliks / Helix yakni suatu bentuk melingkar yang semakin membesar menunjukkan perhatian kepada suatu fakta bahwa proses komunikasi bergerak maju dan apa yang dikomunikasikan kini akan mempengaruhi struktur dan isi komunikasi yang dating menyusul. Menggambarkan bagaimana aspek – aspek perubahan dari waktu ke waktu. 7. NEWCOMB ABX MODEL ( MODEL ABX NEWCOMB ) 1953 Model ini adalah model pendekatan seorang pakar psikologi sosila yang berkaitan dengan interaksi manusia. Pada model ini komunikasi merupakan cara yang biasa dan efektif di mana orang – orang mengorientasikan dirinya terhadap lingkungan. Juga merupakan perluasan dari karya psikologi Heider (1946) berkenaan denga keajegan dan ketidakajegan yang mungkin timbul diantara dua orang dalam hubungannya dengan orang ketiga atau suatu objek. 8. THE THEORY OF COGNITIF DISSONANCE ( TEORI DISONANSI KOGNITIF ) Istilah disonansi kognitif dari teori yang ditampilkan Leon Festinger berarti ketidaksesuaian antara kognisi sebagai aspek sikap dengan perilaku yang terjadi pada diri seseorang. Orang yang mengalami disonansi akan berupaya mencari dalih untuk mengurangi disonansinya itu. Jadi komunikasi persuasive akan sangat efektif apabila mengurangi disonansi dan tidak efektif jika meningkatkan disonansi. 9. INOCCULATION THEORY ( TEORI INOKULASI ) Ditampilkan oleh McGuire 1964, mengambil analogi dari peristiwa medis. Teori ini menyatakan bahwa lebih baik mempersenjatai terbujuk (persuede) dengan counterarguments daripada membiarkan tidak siap menyangkal perspektif lawan. 10. THE BULLET THEORY OF COMMUNICATION ( TEORI PELURU ) 1950 Teori ini merupakan konsep awal sebagai efek komunikasi massa, dinamakan hypodermic needle theory / teori jarum hypodermik (1970an). 1960an penelitian oleh para pakar komunikasi yang tidak mendukung teori peluru. Timbullah hasil penelitian Hovland terhadap tentara dengan menayangkan film. Penelitian Cooper dan Jahoda menunjukkan persepsi selektif dapat mengurangi efektivitas sebuah pesan. Penelitian Lazarsfeld dan kawan – kawan terhadap kegiatan pemilihan umum menampakkan bahwa hanya sedikit saja orang – orang yang dijadikan sasaran kampanye pemilihan umum yang terpengaruh oleh komunikasi massa. TEORI – TEORI KOMUNIKASI PADA TAHAP SELANJUTNYA ( 1950an ) 1. FOUR THEORIES OF THE PRESS ( EMPAT TEORI PERS ) Fred S. Siebert Theodore dan Wilbur Schramm (1956) dalam bukunya “ Four Theories of The Press” mengupas 4 buah system pers yang berlaku diberbagai Negara didunia, sebagai berikut : A. Authoritarian Theory ( Teori Otoriter ) Sistem ini berkaitan dengan system pengawasan terhadap media massa yang daya pengaruhnya dinilai amat kuat. Menurut nya teori ini ditentukan oleh asumsi – asumsi filsafatai yang mendasar tentang manusia dan Negara. Mencakup : sifat manusia, sifat masyarakat, hubungan antara manusia dengan Negara, masalah filsafati yang mendasar, sifat pengetahuan dan sifat kebenaran. B. Libertarian theory ( Teori Liberal ) Fred S. Siebert menegaskan untuk memahami prinsip – prinsip pers dibawah pemerintahan demokratik, seseorang harus memahami filsafat dasar dari liberalism yang dikembangkan pada abad 17 dan 18. Perbedaan manusia dengan hewan adalah kemampuannya dalam berpikir, mengingat – ingat, memanfaatkan pengalaman dan mengambil kesimpulan. Maka manusia itu khas karena merupakan unit utama dari peradaban juga penerus peradaban. Sehingga pemuasan perorangan menjadi tujuan akhir manusia, masyarakat dan Negara. Teori ini menitikberatkan superioritasnya pada prinsip kebebasan perorangan, penilaian dan aksioma bahwa kebenaran jika diberi kebebasan akan muncul sebagai pemenang dalam setiap perjuangan. C. Soviet Communist Theory ( Teori Komunis Soviet ) Teori ini dikupas oleh Wilbur Schramm dalam bukunya “Four Theories of The Press”. Ia berpendapat bahwa pengawasan terhadap media massa harus berpijak pada mereka yang memiliki fasilitas ; sarana percetakan, stasiun siaran, dll. D. Social Responsibility Theory ( Teori Tanggung Jawab Sosial ) Teori ini juga dibahas dalam buku “Four Theories of The Press” oleh Theodore Peterson dinyatakan sebagai pergeseran dari teori liberal. Buku ini mengupas empat teori yang menyatakan bahwa sebenarnya hanya ada dua teori, yaitu authoritarian dan libertarian, sedangkan yang dua lainnya hanyalah pengembang dan modifikasi dari yang dua tresebut. Pemikiran utama dalam teori ini adalah bahwa kebebsana dan kewajiban berlangsung secara beriringan dan pers yang menikmati kedudukan dalam pemerintahan yang demokratis berkewajiban untuk bertanggung jawab kepada masyarakat dalam melaksanakan fungsi – fungsi tertentu yang hakiki. 2. INDIVIDUAL DIFFERENCES THEORY ( TEORI PERBEDAAN INDIVIDUAL ) Lengkapnya “Individual Differences Theory of Mass Communication Effect” Melvin L. DeFleur menelaah perbedaan – perbedaan diantara individu – individu sebagai sasaran media massa ketika mereka diterpa sehingga menimbulkan efek tertentu. Menurut teori ini, individu – individu sebagai anggota khalayak sasaran media massa secara selektif, menaruh perhatian kepada pesan – pesan terutama jika berkaitan dengan kepentingannya. Konsisten dengan sikap – sikapnya, sesuai dengan kepercayaannya yang didukung oleh nilai – nilainya. Anggapan dasar dari teori ini adalah bahwa manusia amat bervariasi dalam organisasi psikologisnya secara pribadi. Teori ini juga mengandung rangsangan – rangsangan khusus yang menimbulkan interaksi yang berbeda dengan watak – watak perorangan anggota khalayak, karena terdapat perbedaan individual pada setiap pribadi anggota khalayak. 3. SOCIAL CATEGORIES THEORY ( TEORI KATEGORI SOSIAL ) Melvin L. DeFleur mengatakan bahwa teori ini kadang – kadang tumpang tindih dengan Teori Perbedaan Individual, tetapi berasal dari sumber yang secara disipliner amat berbeda. Teori ini menyatakan adanya perkumpulan – perkumpulan, kebersamaan – kebersamaan atau kategori – kategori social pada masyarakat urban industrial yang perilakunya ketika diterpa perangsang – perangsang tertentu hamper seragam. Ciri – cirinya : usia, seks,pendapatan, pendidikan, permukiman atau pertalian yang bersifat religius. DeFleur juga menegaskan bahwa teori ini konsisten dengan dan tampaknya berasal dari sosiologi umum mengenai massa. Ia juga mengutip formula Lasswell, menurutnya perpaduan dari kedua teori dengan variable – variable situasional terkait. Menurut Lasswell cara tepat menjelaskan kegiatan komunikasi ialah menjawab pertanyaan “ Who Says What In Which To Whom With What Effect “ atau Siapa Mengatakan Apa Kepada Siapa Dengan Efek Apa. 4. SOCIAL RELATIONSHIP THEORY ( TEORI HUBUNGAN SOSIAL ) Melvin L. DeFleur menunjukkan bahwa hubungan sosial secara informal berperan penting dalam mengubah perilaku seseorang ketika diterpa pesan komunikasi massa. Penelitian menemukan adanya semacam kegiatan informasi melalui 2 tahapan dasar yang dikenal juga sebagai arus komunikasi 2 tahap (two step flow of communication), yakni : a. Well informed, bergerak dari media kepada orang yang banyak pengetahuannya. b. Interpersonal channels, bergerak dari orang melalui saluran antarpribadi. Orang terlibat dalam komunikasi media massa disebut pemuka pendapat (opinion leader) yang berperan penting dalam membantu pembentukan pengumpulan suara dalam rangka pemilihan umum. Mereka tidak hanya meneruskan informasi, tapi juga interpretasi terhadap pesan komunikasi yang mereka terima, pengaruh pribadi (personal influence). 5. CULTURAL NORMS THEORY ( TEORI NORMA BUDAYA ) Melvin L. DeFleur, media massa melalui penyajiannya yang selektif dan penekanannya pada tema – tema tertentu, menciptakan kesan – kesan pada khalayak dimana norma – norma budaya umum mengenai topik yang diberi bobot itu dibentuk dengan cara tertentu. 6. SOCIAL LEARNING THEORY ( TEORI BELAJAR SECARA SOSIAL ) Albert Bandura mengkaji proses belajar melalui media massa sebagai tandingan terhadap proses belajar secara tradisional. Ia menayatakan bahwa belajar terjadi dengan caramenunjukkan tanggapan / response dan mengalami efek – efek yang timbul. Penentu utamanya adalahpeneguhan (reinforcement), dimana tanggapan akan diulangi (jadi pelajar) jika organisme mendapat ganjaran (reward). Tanggapan tidak akan diulangi kalau organisme mendapat hukuman (punishment), bila tanggapan tidak memimpinnya ke tujuan yang dikehendaki. Langkah – langkah teori ini adalah, sebagai berikut : a. Attentional process / proses perhatian b. Retention process / proses atensi c. Motor reproduction process / proses reproduksi motor d. Motivational process / proses motivasional. 7. DIFFUSION OF INNOVATIONS MODEL ( MODEL DIFUSI INOVASI ) Model ini banyak digunakan sebagai pendekatan dalam komunikasi pembangunan, terutama di negara – negara berkembang termasuk Indonesia. Everet M. Rogers menulis buku berjudul “Diffusion of Innovations” dan “Communication Technology the New Media In Society”, serta bersama F. Floyd Shoemaker bukunya “Communication of Innovations”. Ia mendefinisikan difusi sebagai proses dimana suatu inovasidikomunikasikan melalui saluran tertentu dalam jangka waktu tertentu diantara para anggota suatu sistem sosial (the process by which an innovation is communicated through ceratin channels overtime among the members of social system). Difusi adalah suatu jenis khusu komunikasi yang berkaitan dengan penyebaran pesan – pesan sebagai ide baru. Komunikasi didefinisikan sebagai proses dimana pelakunya menciptakan informasi dan saling bertukar informasi untuk mencapai pengertian bersama. Unsur utama difusi ide adalah : 1. Inovasi 2. Yang dikomunikasikan melalui saluran tertentu 3. Dalam jangka waktu tertentu 4. Diantara para anggota suatu sistem sosial. Inovasi adalah suatu ide, karya atau objek yang dianggap baru oleh seseorang. Lima ciri – ciri inovasi menurut Rogers : 1. Relative advantege / keuntungan relatif 2. Compatibility / kesesuaian 3. Complexity / kerumitan 4. Trialability / kemungkinan dicoba 5. Observability / kemungkinan diamati. 8. AGENDA SETTING MODEL ( MODEL PENATAAN AGENDA ) M. E. Mc Combs dan D. L Shaw menampilka model ini dalam “Public Opinion Quarterly” 1972 berjudul “The Agenda Setting Function of Mass Media”. Mereka mengatakan bahwa “jika media memberikan tekanan pada suatu peristiwa, maka media itu akan mempengaruhi khalayak untuk menganggapnya penting”. Mereka juga menunjukkan bahwa meski surat kabar dan televisi sama mempengaruhi agenda politik pada khalayak, ternyata surat kabar pada umumnya lebih efektif dalam menata agenda dibanding televisi. David H. Heaver dalam karyanya “Media Agenda Setting and Media Manipulation” 1981, mengatakan bahwa pers sebagai media komunikasi massatidak merefleksikan kenyataan, melainkan menyaring dan membentuknya seperti sebuah kaleidoskop yang menyaring dan membentuk cahaya (the press does not reflect reality, but rather filters and shapes it, much as a caleidoscope filters and shapes it). Alexis S. Tan menyimpulkan bahwa media massa mempengaruhi kognisi politik dalam 2 cara, yakni : 1. Media secara selektif menginformasikan peristiwa politik pada khalayak 2. Media mempengaruhi persepsi khalayak mengenai pentingnya masalah politik. Manhein menyatakan bahwa agenda setting meliputi 3 agenda, yakni : agenda media, agenda khalayak dan agenda kebijaksanaan. 9. USES AND GRAFITICATIONS MODEL ( MODEL KEGUNAAN DAN KEPUASAN ) Model ini merupakan pergeseran fokus dari tujuan komunikator ketujuan komunikan, dan juga menentukan fungsi komunikasi massa dalam melayani khalayak. Model ini menunjukkan bahwa yang menjadi permasalahan utama bukanlah bagaimana media mengubah sikap dan perilaku khalayak, tetapi bagaimana media memenuhi kebutuhan pribadi dan sosial khalayak yang aktif dan sengaja menggunakan media untuk mencapai tujuan khusus. Karl Erik Rosengren karyanya berjudul “Uses and Grafitications : A Paradigm Outlined”. Butir pertama paradigma tersebut melambangkan infrastruktur biologis dan psikologis yang membentuk landasan semua perilaku sosial manusia. Kebutuhan biologis dan psikologis inilah yang membuat seseorang bertindak dan bereaksi. Abraham Maslow (1954), membedakan 5 perangkat kebutuhan dasar : 1. Phsysiological needs / kebutuhan fisiologis 2. Safety needs / kebutuhan keamanan 3. Love needs / kebutuhan cinta 4. Esteem needs / kebutuhan penghargaan 5. Self – actualization need / kebutuhan aktualisasi diri. Lingkungan sosial (Social Environment) mempunyai ciri – ciri afiliasi kelompok dan ciri – ciri kepribadian sebagai cognitive needs, affective needs, personal integrative needs, social integrative needs, and escapist needs. Model Prof. Takeuchi dalam journal “Studies of Broadcasting” 1986 berbunyi : What kind of people in which means of communication an how. Terjemahannya Jenis khalayak mana dalam keadaan bagaimana dipuaskan oleh kebutuhan apa dari sarana komunikasi mana dan bagaimana. Unsur – unsur yang dihayati secara perspektif yakni : ciri – ciri pribadi (personal characteristic) khalayak, kondisi sosial (social condition) khalayak, kebutuhan (needs) khalayak, motivasi dan perilaku nyata menanggapi terpaan komunikasi massa beserta pola kebutuhan (gratifications pattern). 10. CLOZENTROPY THEORY ( TEORI CLOZENTROPY ) Model ini diketengahkan oleh Donald Darnell (1970) dan dikembangkan Dennis T. Lowry dan Theodore J. Marr dikaji dalam Komunikasi Internasional. Istilah “clozentropy” paduan dari “cloze procedure” dari Wilson L. Taylor dan ditampilkan oleh Claude E. shanon dan Warren Weaver : The Mathematical Theory of Communication. Penelitian model ini dilakukan karena disatu pihak komunikasi internasional mencakup pesan – pesan dari negara A dalam bahasa X diterjemahkan dalam bahasa Y ketika disampaikan ke negara B, tapi di lain pihak ada komunikasi internasional yang tidak memerlukan terjemahan. Lowry dan Marr menekankan pentingnya pra keakraban dengan isi pesan yang janggal (prior familiar with idiosynncratic content) dalam hubungan dengan pengertian pesan komunikasi, dalam arti isi pesan komunikasi ini bersifat khas. Dalam beberapa hal pra keakraban lebih penting daripada taraf pendidikan formal. Teori ini telah diperbaiki dan dikenal sebelumnya yakni “kenalilah diri mereka” atau “know theyself” menjadi kenalilah pesan Anda dan sasaran Anda beserta pertautannya.

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Tag Cloud